A Story About Danone Young Social Entrepreneur (DYSE) 2015

It's uncommon for me to share about my work but this one's too exciting to be left unwritten ;)


Rabu lalu, 19 Agustus 2015, jadi salah satu hari paling menarik buat saya di 2015 ini. Rabu itu, dua belas tim mahasiswa dari berbagai kampus berkompetisi mempresentasikan ide bisnis sosialnya. Mereka dengan penuh kreativitas beraksi di hadapan juri yang adalah para direktur Danone dan praktisi bisnis sosial.

It was DYSE 2015 final day, salahsatu project yang saya pegang di job saya sekarang.

"Bentar Di, DYSE itu apa?"

Ah, ya, saya belum cerita tentang apa itu DYSE. Berikut kutipannya:

"Danone Young Social Entrepreneur is a social business competition for university student, in line with Danone sustainability program. A team of students will compete and present their social business idea to group of judges. Winners will get fundings for their social business and a full-year scholarship."

Di DYSE tahun ini, 12 tim finalis terpilih dari 100+ aplikasi yang masuk. Banyak aplikasi dengan ide cemerlang yang membuat pemilihan 12 tim ini begitu kompetitif.

Siapa saja keduabelas tim tersebut? Kamu bisa lihat profil mereka disini dan video mereka disini. Di bawah ini saya tampilkan profil kelima tim terbaik yang keluar sebagai pemenang.






Di final DYSE 2015, tim Dreamdelion UGM keluar sebagai juara pertama. Project mereka adalah melestarikan stagen melalui kreativitas. Ada sebuah desa di area Yogyakarta yang mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah memproduksi stagen. Sayangnya, penjualan stagen semakin menurun dan membuat mereka terancam. Tim Dreamdelion dengan kreativitasnya menciptakan rainbow stagen dengan tujuan memberdayakan kembali masyarakat desa tersebut sekaligus melestarikan stagen yang telah membudaya.

Satu dari puluhan media yang meliput acara DYSE 2015

Overall, saya happy bisa terlibat penuh dalam project DYSE 2015. Terimakasih untuk panitia, peserta, juri, rekan media, dan semua yang terlibat. It feels great to handle a meaningful project.

See you at DYSE 2016!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resepsi Nikah on Budget: 50 Juta di Jakarta

Belum Berhasil di Rekrutmen UFLP (Unilever Future Leaders Program)

Kerja Praktek di Telkom