[Review] Eminem - Marshall Mathers LP 2: Sarcastically Fun


"Guess who's back/ Back again/ Shady's back/ Tell a friend.."

Kalo kamu tanya siapa rapper favorit saya, semenjak 10 tahun lalu Eminem akan jadi jawabannya. Haha ya Eminem a.k.a Slim Shady a.k.a Marshall Mathers ini selalu jadi favorit saya - itulah kenapa rasanya seneng banget denger info Eminem bakal rilis album kedelapan: The Marshall Mathers LP 2.

Kesenangan ini dimulai dengan perilisan official single pertama "Berzerk", lagu hiphop bernuansa old school – seakan membawa kita ke era Beastie Boys; single yang fun dengan verse pembuka “Now this s***'s about to kick off, this party looks wack/ Let's take it back to straight hip-hop and start it from scratch” - uber cool! Dengan dukungan vidklip yang juga terlihat seperti hiphop 90-an, saya menerka-nerka kalo album Marshall Mathers LP 2 (MMLP2) bakal penuh nuansa old-school. Hmm, apa tebakan saya benar?


Setelah denger albumnya ternyata ngga juga. Haha. Yuk kita cicipi album Eminem yg dirilis resmi di 5 November 2013 ini.
Sebagai pembuka kita disuguhi "Bad Guy" yang adalah kelanjutan lagu Stan di album Marshall Mathers pertama. Disini Eminem melakukan personifikasi sebagai fans-jadi-benci Eminem yang tidak lain adalah Matthew, adiknya Stan, yang mulai tersirat saat sang fans menyerang Eminem: "And here's your Bronco hat, you can have that shit back cause they suck" yang mereferensi lirik lagu Stan dimana Eminem memberi topi pada Stan untuk adiknya (Here's an autograph for you brother/ I wrote it on a starter cap". Sosok Matthew sendiri terbongkar penuh di bagian "Eminem killed by M&M/ Matthew Mitchell, bi***, I even have your initials". Waw. Dimulai dari lirik itu, saya seakan dibawa masuk ke vidklip Stan, namun kali ini Matthew yang mengendara mobil menuju jembatan dengan Eminem di bagasi mobilnya, diakhiri "Well gotta go, almost at the bridge, haha big bro it's for you/ Slim, this is for him and Frank Ocean, oh hope you can swim good!/ Now say you hate homos again!". Epic!

Setelah skit bertitel "Parking Lot" yang sedikit absurd, menyusul "Rhyme or Reason" dan "So Much Better". Keduanya tidak terlalu spesial dengan instrumen agak gloomy - sampai kita bertemu official single ketiga album MMLP2, "Survival", yang bernuansa rock. Single yang menampilkan vokal Liz Rodrigues dan menjadi soundtrack game Call Of Duty Ghosts ini terdengar anthemic, ngingetin saya sama Like Toy Soldiers. Sementara track berikutnya "Legacy" sedikit ngingetin saya ke lagu Stan (lagi) karena suara deras hujan di atas instrumen lambat menenangkan.


Di track kedelapan ada sang first official single MMLP2, "Berzerk" - yang satu ini udah saya deskripsiin di atas ya. Disusul track "Rap God" yang nunjukkin Eminem masih masih memegang tahta sebagai rajanya rapper dengan rap bertempo super cepet - entah saya bisa ngikutin ato ngga. Haha. Maju selangkah ke "Brainless", dengan lirik eksentrik namun lagunya tidak terlalu spesial; dan maju dua langkah ada "Stronger Than I Was" yang sangat RnB-ish ala Drake. Langkah baru dari Eminem buat nyoba lagu bertipe rapper-turns-singer seperti ini; dan hasilnya lumayan bagus.

Di track keduabelas kita ketemu "The Monster". Instrumen pop-rock dengan chorus nendang dari Rihanna - ini dia chart-hitting single Eminem di album ini. Sekali denger saya langsung bisa nyanyiin chorusnya, super catchy. Lagu ini punya konsep lirik yang menarik: "I'm friends with the monster that's under my bed/ Get along with the voices inside of my head" tapi jujur saya ngga terlalu ngerti isi bagian rapnya (hmm nanti saya cek ke rapgenius). Prediksi saya dalam beberapa hari official single keempat MMLP2 ini bakal masuk Top 10 di Billboard Hot 100 dan sering diputer di radio - plus di music player saya. Haha. Penasaran sama vidklip lagu ini - semoga cepet dirilis (update: udah dirilis wohoo keren!).


Selang satu lagu kita berjumpa lagu bernuansa fun dan old-school lainnya setelah Berzerk bertitel "So Far". Bagian yang menarik selain sampel di chorusnya adalah saat beat lagu ini bertransisi ke lagu The Real Slim Shady dengan referensi "Went to Burger King/ They spit on my onion rings" sebagai pembalasan dari "He (Eminem) could be workin at burger king/ Spittin on your onion rings" di lagu Eminem terdahulu. LOL.

Fast forward dan kita berjumpa dengan track favorit saya di MMLP2, "Love Game". Pertama denger ada Kendrick Lamar sebagai featured artistnya, saya super penasaran sama lagu ini (belakangan saya lagi ngefans lagu Kendrick Lamar yang ini). Setelah denger lagunya, kereen! Musiknya seru, suka banget sama sampel "la-la-la-la-la-love" yang dihiasi flow uniknya Em dan Kendrick. Well, liriknya memang parental advisory -rated R lebih tepatnya- tapi bikin ketawa, ambil contoh: "Sherane is not available, now leave a message at the tone/ And Kendrick don't forget to buy two pair of those/ Expensive heels, you little fu***** ferris wheel/ ..../ Now have a blessed day". Haha memang terdengar sarkastik; tapi cuma jenius yang bisa bikin lirik ini dan masih banyak line serupa di lagu ini.

Lagu "Headlights" dan "Evil Twin" jadi penutup album ini. Yang pertama saya sebut punya sound pop yang kuat dengan Nate Ruess di chorusnya. Lagu ini super-emosional karena menceritakan permohonan maaf Eminem ke ibunya setelah selama ini. Ngga nyangka Eminem bakal ngelakuin hal ini, "..but I'm sorry, Mama, for 'Cleaning Out My Closet', at the time I was angry". Sementara yang kedua punya sound gelap dengan lirik kuat seperti “I'm top four/ And that includes Biggie and Pac, wh***/ And I got an evil twin/ so who do you think that's 3rd and that 4th spot's for?". Plus penuh ejekan ke berbagai artis seperti biasanya, haha, daan berakhirlah album berdurasi sekitar 1 jam ini.

FINAL THOUGHTS

Album Marshall Mathers LP 2 nunjukkin kalo Eminem di usianya yang udah 40-an masih eksis sebagai rapper papan atas dengan flownya yang unik dan liriknya yang sarkastik tapi kreatif. Sebenernya buat saya secara musikalitas album ini ngga 100% klop sebagai sekuel Marshall Mathers karena banyak track bernuansa album Recovery - tapi dengan versi lebih fun dan secara liriknya lebih...berzerk. Haha. Dari keenambelas track di album ini, favorit saya dari segi lirik jatuh ke track “Bad Guy” dan secara keseluruhan saya pilih “Love Game” dan “The Monster”.

BEST SONGS ON ALBUM: LOVE GAME, THE MONSTER, BAD GUY

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resepsi Nikah on Budget: 50 Juta di Jakarta

Belum Berhasil di Rekrutmen UFLP (Unilever Future Leaders Program)

Kerja Praktek di Telkom